Printed Book
PENGARUH UTILITARIAN SHOPPING MOTIVATION TERHADAP IMPULSIVE BUYING PADA KEGIATAN THRIFTING DI KALANGAN SISWA SMA LABSCHOOL JAKARTA
Pada saat melakukan impulsive buying atau pembelian secara tibatiba dan tidak terencana akan muncul perasaan negatif dalam diri konsumen
dimana mereka akan merasa bahwa produk tersebut dibeli semata-mata
bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan untuk memenuhi
hasrat atau kepuasannya saja. Karena hal itu, tidak heran jika pasca
pembelian impulsif, konsumen akan mengalami ketidakpuasan atas produk
yang telah dibelinya, tetapi ia tetap dapat merasa puas atas pembelian yang
telah dilakukannya (Kim dalam Yahmini, 2019). Disisi lain, perasaan menyesal atau negatif itu kemudian ditutupi oleh
pembenaran diri bahwa produk tersebut akan berguna kelak di masa depan.
Sejalan dengan Hodge dalam Wicaksono, Fauzi dan Sunarti (2017) yang
menyatakan bahwa jika pembelian impulsif dilakukan berdasarkan
pengalaman masa lalu maka proses pembelian tersebut berhubungan dengan
sifat kognitif yang dimiliki oleh konsumen. Dimana konsumen secara tidak
sengaja memikirkan hal- hal atau kebutuhan yang benar-benar diperlukan di
masa mendatang dan jangka panjang. Misalnya, konsumen melihat produk
tersebut dan teringat bahwa persediaan di rumah perlu ditambah atau telah
habis, secara otomatis konsumen tersebut akan melakukan pembelian
impulsif yang tidak akan membuatnya menjadi rugi.
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Utilitarian Shopping Motivation
Terhadap Impulsive Buying Pada Kegiatan Thrifting di Kalangan Siswa
SMA Labschool Jakarta”.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain