Printed Book
Pengaruh Merokok pada Usia Remaja Terhadap Risiko Penyakit Jantung di Wilayah DKI Jakarta
Tingkat konsumsi rokok di Indonesia justru menunjukkan angka yang relatif
lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia tenggara. World Health Organization (WHO) mencatat saat ini 36% penduduk Indonesia merokok, atau lebih dari 60 juta orang. WHO juga memperkirakan jumlah perokok di Indonesia tahun 2025 akan meningkat menjadi 90 juta orang, atau 45% dari jumlah populasi.
Indonesia sebagai negara terbesar ketiga di dunia dengan persentase perokok
berat terbanyak setelah Cina dan India. Bahkan Indonesia mendapat penghargaan Asthray Award atau negara keranjang nikotin (Astuti, 2018).
Tembakau membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun. Lebih dari 6 juta kematian tersebut akibat dari penggunaan tembakau langsung dan 890.000 orang akibat terpapar oleh asap rokok (perokok pasif) dan berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 prevalensi merokok 9,1% yaitu pada penduduk umur 10-18 tahun.
Selain itu proporsi konsumsi tembakau pada penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas
adalah pria 62,9% dan wanita 4,8%. Proporsi Merokok pada Penduduk Umur ≥10 Tahun di Indonesia dengan perilaku merokok setiap hari sebesar 24,3% dan merokok
kadang-kadang sebesar 4,6%.
Maka dari itu, peneliti ingin memperdalami pengaruh kegiatan merokok pada
merokok pada kalangan remaja di wilayah DKI Jakarta terhadap kesehatan jantung.
| KT6373c1 | R XIIG NAI p C. 01 | Perpustakaan Labschool Jakarta (referensi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain