Printed Book
Analisis Efek Radiasi Smartphone (Frekuensi Radio) Terhadap Otak Manusia
Dengan banyaknya kemudahan yang diberikan dari teknologi
tersebut, ada banyak juga kekhawatiran yang dimunculkan, terutama
mengenai dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh paparan radiasi dari smartphone, khususnya terhadap otak. Smartphone memancarkan gelombang radio frekuensi tinggi yang termasuk dalam jenis radiasi non-ionisasi yang disebut radiasi frekuensi radio (RF). Radiasi tersebut dipancarkan oleh smartphone saat digunakan untuk berkomunikasi (melalui panggilan, SMS, atau data). Menurut WHO, frekuensi yang dipancarkan berkisar antara 450-6000 MHz, dengan daya pancar relatif rendah. Meskipun begitu, penggunaan yang intensif dan dekat dengan kepala, seperti menelepon, menimbulkan kekhawatiran dengan adanya
potensi gangguan pada fungsi otak.
Berbagai penelitian telah berupaya mengkaji dampak radiasi
smartphone, namun hasilnya masih beragam. Beberapa studi menemukan adanya perubahan aktivitas listrik otak (EEG), gangguan tidur, muncul penyakit tumor/kanker otak, serta penurunan konsentrasi dan fungsi kognitif setelah terpapar radiasi smartphone (Putri & Harliansyah, 2018;
Kementerian Kesehatan RI, 2017).
| KT6420c1 | R XIIB KEI a C. 01 | Perpustakaan Labschool Jakarta (referensi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain