Printed Book
Pengaruh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent) Terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMA Labschool Jakarta
Gaya atau cara mengasuh yang penuh aturan merupakan pola orang tua dalam
memberikan penanaman nilai moral biasa dikenal sebagai pola asuh otoriter, biasa Tantangan semakin besar bagi siswa yang berada di daerah pelosok atau di sekolah dengan fasilitas terbatas, karena akses terhadap sumber belajar berkualitas masih sangat terbatas. Ditambah lagi, derasnya arus informasi di internet sering kali membuat siswa kesulitan memilah mana informasi yang relevan dan dapat dipercaya. Di tengah berbagai kendala tersebut, hadirnya kecerdasan buatan (AI) menawarkan sebuah terobosan yang dapat menjadi solusi inovatif bagi pembelajaran mandiri siswa.
Hal ini menjadi penting untuk diteliti, terutama dalam konteks sekolah menengah atas, di mana siswa mulai diarahkan untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Apakah AI benar-benar mampu mendorong kemandirian belajar? Atau justru membuat siswa menjadi pasif dan kurang mandiri?
Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi relevan untuk dijawab, khususnya di lingkungan
SMA Labschool Jakarta yang dikenal adaptif terhadap teknologi. Berdasarkan alasan
tersebut, saya tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang pengaruh AI terhadap
kemandirian belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran
mengenai manfaat dan dampak dari penggunaan AI dalam proses pembelajaran serta
menjadi bahan pertimbangan bagi guru, siswa, dan pihak sekolah dalam memanfaatkan
teknologi ini secara bijak
| KT6444c1 | R XIIB ROD p C. 01 | Perpustakaan Labschool Jakarta (referensi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain