Printed Book
Inovasi Penggunaan Tumbuhan Akuatik (Alga) Sebagai Bahan Bakar Diesel Terbarukan
Kelompok alga mencakupi berbagai jenis tumbuhan dan umumnya terdapat 3 jenis.
Sebagian banyak jenis alga dapat diklasifikasikan sebagai tumbuhan autotrof. khususnya fotoautotrof, yaitu jenis tumbuhan yang menggunakan energi dari matahari untuk menghasilkan nutrisi sendiri. Namun, ada sebagian dari kelompok ini yang termasuk tumbuhan heterotrof, yaitu organisme yang tidak bisa menghasilkan makanan sendiri, dan adapun yang bersifat auxotropik, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan salah satu kandungan nutrisi yang diperlukan karena genetiknya yang berbeda dengan induknya.
Karena sifat alga yang dapat berfotosintesis, maka kelompok ini banyak mengandung kandungan lemak dan gula, sehingga bisa digunakan sebagai bahan biodiesel dan bioethanol. Bahkan, minyak yang dapat diproduksi oleh alga merupakan 10-100 kali lebih banyak dari jumlah minyak yang dapat didapatkan jika dikultivasi
dengan cara tradisional, seperti minyak kelapa sawit.
Kemampuan alga untuk berfotosintesis memiliki peran besar dalam proses
mengubah alga menjadi biofuel. Proses perubahannya pada dasarnya dapat
menggunakan teknik konversi termokimia, biokimia, ataupun kimia murni. Metode
yang paling umum adalah transesterfikasi, yang merupakan proses mengonversi
minyak dan lemak hewani dan nabati menjadi bentuk biodiesel (Farouk et al., 2024).
| KT6580c1 | R XIID NAD i C. 01 | Perpustakaan Labschool Jakarta (referensi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain