Printed Book
Salma
Di negeri Ratu Elizabeth itu, Salma berusaha bertahan hidup sebagai imigran. Meski akhirnya ia hidup tenang bersama seorang lelaki Inggris yang jadi pelabuhan cintanya, tetapi jauh di lubuk kalbunya, tangisan bayi perempuannya terus menggema. Tak kuasa menahan perasaannya, Salma pun memilih kembali ke desa untuk menemui putrinya, sebuah keputusan yang akan merubah segalanya.
Perjalanan Salma hengkang dari kampungnya di Levant menuju Inggris— melewati biara di Lebanon, singgah di pusat penahanan Inggris, mukim di markas Quaker di Branscombe, mondok di asrama pencari suaka di Exeter-hingga kembali lagi ke desanya sarat dengan ketakutan dan keterasingan, juga kelucuan. Pengembaraan itu dilukiskan Fadia Faqir bagai kehidupan orang buangan yang tak menentu dan penuh ketersiksaan. Menariknya, Faqir juga merekam perjumpaan lintas kultural yang memantul dari pengalaman Salma di pengasingan.
| 11694c1 | 823 FAD s | Perpustakaan Labschool Jakarta (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain