Buku ini merupakan kumpulan sajak karangan dari S. Takdir Alisjahbana yang terdiri dari beberapa sajak yaitu; Kekasihku, Anakku, Kemalangan Nasibku, Bukan Mahluk Kedua dan lainnya.
Laki-laki itu tercengang seakan-akan kehilangan akal, matanya tiada terpejam-pejam. Sunyi ...kecuali desau dan derum air. Tiba-tiba terlihat olehnya segumpal asap putih naik keudara, keluar dari po…
Masalah mulai timbul setelah Fay jatuh cinta pada Kent, seorang pemuda dari Inggris yang juga keponakan si penculik. Hidup Fay juga makin runyam ketika muncul Reno,teman kursusnya yang secara teran…
Novel ini mengungkap kesan kuat bahwa lewat karyanya ini Romo Mangun ingin merefleksikan perjalanan sebagai imam dengan romantika dan konflik-konflik betinnya. Ditulis dengan bahasa yang segar, jen…
Didi adalah seorang anak melarat, pekerjaannya menjual koran. Salah seorang langganan koran tersebut mempunyai anak yang usianya sebaya Didi. Antara kedua anak itu tumbuh persahabatan yang akrab.…
Pasukan Tartar yang ganas dan buas datang! Seluruh penduduk Tayma ketakutan. Cuma Aladdin yang dapat mereka harapkan. Padahal Aladdin juga ngga kalah takut. Tapi gengsinya sebagai menantu raja memb…
Aku seorang Muslim senandung Akira saat menjejakkan kaki kembali di negerinya, sepulang dari Indonesia. Ternyata Akiara harus berjuang keras untuk mewujudkan keyakinannya di tengah-tengah Chichi, …
Sindbad dan Kird, moyet sahabatnya, berada di sebuah lembah yang penuh bertaburan permata. Asyik? Tentu asyik kalau bisa luar. Ternyata keduanya tak bisa keluar dari tempat itu. Padahal lembah i…
Yusuf merasa dendam dan benci terhadap orang Cina, karena pasukan Poh an Tui yang bergabung dengan pasukan Belanda pernah menyiksa ayahnya. Namun, rupanya sejarah dan nasib telah menentukan lain. …
Cerpennya bertema wayang,tentu si tokoh wayang tetap dipertahnkan namun implementasinya di dalam berbicara dan bersikap sudah sangat jauh dari sosok tokoh Mahabarata/Ramayana India.