
Di tengah gempuran konten singkat di media sosial, Perpustakaan Labschool Jakarta tetap mempertahankan koleksi buku fisik yang melimpah. Mungkin kamu bertanya, “Mengapa masih harus membaca buku cetak jika semua informasi ada di internet?”
Jawabannya bukan sekadar soal gaya atau hobi, melainkan tentang perubahan biologis pada otak kita. Ada fenomena unik yang hanya terjadi saat kita membaca narasi panjang di atas kertas: peningkatan kapasitas empati.
Saat kita melakukan scrolling di layar ponsel, otak kita berada dalam mode “memindai” (scanning). Kita hanya mencari kata kunci dan cenderung melompat-lompat. Sebaliknya, membaca buku fisik memaksa otak melakukan deep reading. Proses ini mengaktifkan jaringan saraf yang berhubungan dengan pemahaman emosional dan pengambilan perspektif.
Membaca fiksi atau biografi dalam bentuk cetak memungkinkan kita masuk ke dalam pikiran karakter secara mendalam. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rajin membaca buku fisik memiliki skor lebih tinggi dalam tes “Theory of Mind”—yaitu kemampuan untuk memahami bahwa orang lain memiliki keyakinan, keinginan, dan emosi yang berbeda dari kita.
Secara unik, otak kita memperlakukan buku seperti peta. Sentuhan jari pada kertas dan posisi kalimat di halaman kiri atau kanan membantu otak membangun “memori spasial”. Hal ini membuat informasi tidak hanya sekadar diingat, tapi “dirasakan”, sehingga dampak emosional dari cerita tersebut bertahan lebih lama di dalam memori kita.
Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan kertas bertinta. Ia adalah tempat di mana kita melatih otot-otot kepedulian. Dengan memegang buku fisik, kita tidak hanya belajar tentang fakta, tetapi juga belajar menjadi manusia yang lebih memahami perasaan sesama.
sumber:
Maryanne Wolf (2018). Reader, Come Home: The Reading Brain in a Digital World. Harper.
Kidd, D. C., & Castano, E. (2013). “Reading Literary Fiction Improves Theory of Mind”. Jurnal Science.
Mangen, A., et al. (2013). “Reading linear texts on paper versus computer screen: Effects on reading comprehension”. Jurnal International Journal of Educational Research.
Anne Mangen (2014). “The Digitization of Reading”. University of Stavanger.
Jl. Pemuda komplek UNJ Rawamangun Jakarta Timur
Telepon : 021 – 47860038 ext 135
Email : labslib@gmail.com
NPP : 3175021O2000001