
Tahukah kamu bahwa karya sastra terpanjang di dunia berasal dari Indonesia? Namanya adalah Sureq Galigo atau lebih dikenal sebagai La Galigo. Bukan dari Yunani atau India, mahakarya ini lahir dari tradisi luhur masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.
Bahkan, panjang La Galigo telah diakui dunia karena skalanya yang luar biasa, melampaui epik-epik besar lainnya yang pernah ada dalam sejarah manusia.
Untuk membayangkan betapa panjangnya naskah ini, mari kita lihat perbandingannya. Banyak orang mengira epik Mahabharata dari India adalah yang terbesar, namun data menunjukkan hal yang berbeda:
Mahabharata (India): Memiliki sekitar 100.000 hingga 200.000 baris sajak.
La Galigo (Indonesia): Diperkirakan memiliki hingga 300.000 bait (setara dengan sekitar 6.000 hingga 30.000 halaman folio).
Ini artinya, La Galigo jauh lebih panjang dibandingkan Mahabharata, bahkan berkali-kali lipat lebih panjang daripada epik Iliad dan Odyssey karya Homer dari Yunani Kuno. Ini bukan sekadar buku, melainkan sebuah “samudra kata-kata”.
Ditulis menggunakan aksara Bugis kuno (Lontara), karya ini merupakan rekaman peradaban Bugis sebelum abad ke-14. Isinya menceritakan tentang asal-usul manusia, petualangan para pahlawan, hingga tatanan suci yang mengatur kehidupan masyarakat maritim Nusantara. Meskipun berasal dari tradisi lisan yang dinyanyikan, teks tertulisnya kini menjadi harta karun ilmu pengetahuan yang sangat berharga.
Karena nilai sejarah dan sastranya yang tak ternilai, UNESCO menetapkan La Galigo sebagai bagian dari Memory of the World (Warisan Dokumenter Dunia) pada tahun 2011. Hal ini membuktikan bahwa kualitas literasi leluhur kita telah diakui secara internasional sebagai salah satu pencapaian intelektual tertinggi manusia.
Mempelajari La Galigo mengingatkan kita bahwa Indonesia memiliki akar literasi yang sangat kuat. Sebagai pemustaka di Perpustakaan Labschool, mengenal warisan seperti ini membantu kita lebih menghargai identitas bangsa. Kita memiliki bukti bahwa bangsa kita adalah bangsa yang cerdas, puitis, dan memiliki budaya tulis-baca yang luar biasa sejak dahulu kala.
Sumber:
ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). “La Galigo: The Epic Literary Heritage of the Bugis”. Diakses melalui Portal Memory of the World Indonesia (mow.anri.go.id).
UNESCO. “La Galigo”. Memory of the World Register.
Kern, R.A. (1939). Catalogus van de Boegineesche handschriften van het Legatum Warnerianum. (Studi mengenai manuskrip Bugis).
Jl. Pemuda komplek UNJ Rawamangun Jakarta Timur
Telepon : 021 – 47860038 ext 135
Email : labslib@gmail.com
NPP : 3175021O2000001